Pola Adaptasi dan Fleksibilitas Pemanfaatan Ruang pada Hunian Rumah Petak Sewa Berluasan Terbatas di Kawasan Perkotaan
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rumah petak sewa merupakan bentuk hunian berbiaya rendah yang banyak ditemukan di kawasan perkotaan Indonesia dan umumnya dihuni oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Keterbatasan luasan ruang dan fasilitas hunian menuntut penghuni untuk menerapkan strategi adaptasi dan fleksibilitas dalam pemanfaatan ruang guna mengakomodasi aktivitas domestik maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemanfaatan ruang, strategi adaptasi penghuni, serta keterkaitannya dengan kondisi sosial ekonomi pada hunian rumah petak sewa berluasan terbatas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada rumah petak sewa di kawasan Cipageran, Kota Cimahi, dengan luasan unit berkisar antara ±20–30 m². Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi terstruktur dengan penghuni, dan dokumentasi visual. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang utama merupakan ruang dengan tingkat adaptasi tertinggi dan dimanfaatkan secara multifungsi sebagai ruang tinggal, ruang keluarga, ruang makan, serta ruang usaha rumahan. Fleksibilitas ruang dicapai melalui penggunaan furnitur multifungsi, pemanfaatan penyimpanan vertikal, dan penggunaan elemen semi permanen sebagai pembatas ruang. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah petak sewa berfungsi sebagai hunian adaptif yang merefleksikan strategi penghuni dalam merespons keterbatasan fisik hunian di kawasan perkotaan.