Perancangan Ulang Interior Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat dengan Pendekatan Biomorfik

Isi Artikel Utama

Siska Utami
Astri Rosalin
Yosi Samsul Maarif

Abstrak

Perancangan interior Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat bertujuan untuk menciptakan ruang pertunjukan yang mampu mewadahi berbagai kegiatan seni dan budaya daerah dengan kenyamanan, estetika, serta identitas lokal yang kuat. Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan meliputi kurangnya kenyamanan akustik, keterbatasan pencahayaan, serta belum optimalnya pengolahan ruang publik dan ruang penunjang. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan desain yang dapat menjawab kebutuhan fungsional sekaligus menampilkan karakter khas budaya Sunda.


Konsep perancangan yang diangkat adalah “Fusion Biomorfik Sunda Kontemporer”, yaitu perpaduan bentuk organik yang terinspirasi dari alam dengan nilai budaya Sunda yang dikemas secara modern. Pendekatan biomorfik digunakan untuk menciptakan bentuk ruang yang dinamis dan alami, sementara nilai budaya Sunda diwujudkan melalui stilasi motif Merak Ngibing, penggunaan material bambu, serta warna-warna hangat yang mencerminkan kesederhanaan dan kehangatan lokal. Gaya kontemporer ditampilkan melalui tata cahaya modern, elemen metal, serta tata ruang yang efisien dan adaptif terhadap kebutuhan teknologi pertunjukan masa kini.


Hasil perancangan menghasilkan tata ruang yang lebih terorganisir antara area publik, semi publik, dan privat, dengan sistem sirkulasi yang jelas dan ramah difabel. Desain akustik diperbaiki melalui penggunaan panel peredam suara dan diffuser bermaterial bambu, sedangkan pencahayaan dioptimalkan dengan lampu linear LED yang hemat energi. Desain ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman ruang yang nyaman, fungsional, dan berkarakter, sekaligus memperkuat identitas budaya Sunda di tengah perkembangan desain interior modern.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Perancangan Ulang Interior Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat dengan Pendekatan Biomorfik. (2026). Wastucitra, 1(2), 52-68. https://ejournal.stdi.ac.id/wastucitra/article/view/13

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama